Euro 4 Engine Apakah Itu?

Kita ketahui mobil Mitsubishi Xpander dengan perakitan sejak 1 Oktober 2018 telah memenuhi standar Euro 4 untuk mendukung program pemerintah yang mulai menerapkan standar tsb mulai September 2018, lalu apakah dampaknya untuk pengguna mobil xpander versi baru tersebut?

Pertama untuk standar Euro 4 sendiri secara singkat dapat dikatakan sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas gas buang dengan berbagai cara, mulai dari penggunaan alat catalytic converter yang lebih baik, perubahan cara pengaturan pembakaran tanpa mengurangi performa sampai dengan persyaratan bahan bakar yang digunakan. Pengurangan materi berbahaya pada gas buang ini difokuskan pada kandungan Karbonmonoksida (CO), Hidrokarbon (HC) dan Nitrogen Oksida (NOx) dimana Karbonmonoksida berpotensi menyebabkan kematian bila dihirup dalam jumlah tertentu, misalnya ketika ada orang di dalam mobil dengan mesin menyala karena ingin menggunakan AC, karbonmonoksida masuk ke kabin tanpa dapat disadari sehingga orang tersebut mengantuk dan akhirnya mati lemas karena tidak mendapatkan oksigen yang cukup (karbonmonoksida membutuhkan oksigen agar menjadi senyawa stabil karbondioksida). Nitrogen Oksida juga termasuk berbahaya karena senyawa inilah yang memicu terjadinya hujan asam. Nitrogen Oksida dalam jumlah banyak di perkotaan dapat diperhatikan secara kasat mata yaitu berbentuk kabut berwarna coklat-orange diatas wilayah tercemar.

Catalytic converter yang dikatakan memenuhi standar Euro 4 memiliki syarat yang lebih tinggi dimana jika pada standar Euro 2 dan Euro 3 cukup memenuhi standar emisi gas buang yang ditentukan saat mobil akan keluar pabrik, di standar Euro 4 dikatakan catalytic converter harus tetap mampu bekerja mengurangi gas berbahaya hingga beberapa tahun kedepan (kalau tidak salah 5 tahun) artinya lifetime dari catalytic converter adalah jauh lebih lama dari sebelumnya.

Selain lifetime yang lebih lama, kandungan gas berbahaya pada emisi gas buang pun ditentukan jauh lebih rendah. Misalnya pada mesin yang digunakan mobil Mitsubishi Xpander yang sebelumnya Euro 2, kandungan gas karbonmonoksida (CO) yang sebelumnya ditentukan maksimum 2.2 gram/kilometer menjadi hanya 1.0 gram/kilometer. Atau kandungan Hidrokarbon (bahan bakar minyak) yang tersisa dan Nitrogen Oksida (NO: nitrit oksida dan NO2: nitrogen dioksida) yang pada Euro 2 digabung sebesar 0.5 gram/km diperketat menjadi 0.1 gram/km untuk hidrokarbon (HC) dan 0.08 untuk NOx. Tantangan bagi pabrikan untuk menerapkan standar Euro 4 adalah memenuhi kriteria emisi gas buang yang lebih ketat tanpa mengorbankan performa, karena seperti kita ketahui konsumen selalu menginginkan performa yang minimal sama atau lebih baik untuk mobil keluaran yang lebih baru.

Untuk menghasilkan gas buang yang memenuhi kriteria diatas, mesin yang telah disertifikasi Euro 4 tidak dapat bekerja sendiri, mesin tersebut membutuhkan dukungan bahan bakar yang sesuai. Lalu apa yang terjadi bila mesin berstandar Euro 4 menggunakan bahan bakar yang belum memenuhi standar yang sama? Jawabannya jelas emisi gas buang yang dihasilkan belum tentu dapat memenuhi ketentuan, namun bila dibandingkan dengan mesin yang berstandar Euro 2 misalnya, gas buang yang dihasilkan mesin Euro 4 pasti jauh lebih bersih.

Apakah mesin berstandar euro 4 akan rusak bila diisi bensin yang belum standar Euro 4 seperti pertalite? Jawabanya: tidak ada hubungannya. Mesin 4A91 yang digunakan di Mitsubishi Xpander dilengkapi dengan MIVEC yang dapat mengubah komposisi dan waktu pengapian menyesuaikan dengan oktan bahan bakar, bila bahan bakar yang digunakan memiliki nilai oktan diluar toleransi maka pembakaran menjadi tidak sempurna dan menimbulkan gejala knocking yang memperpendek umur komponen atau bahkan merusak. Selama bahan bakar yang digunakan masih dalam kriteria (RON 90 keatas) maka mesin 4A91 tersebut dapat bekerja baik, namun pada mesin Euro 4, komponen Catalytic Converter akan bekerja keras mengurangi kadar gas-gas berbahaya sehingga lifetimenya menjadi lebih pendek. Bisa jadi catalytic converter mencapai akhir lifetime yang tadinya diharapkan bertahan 5 tahun menjadi hanya 2 tahun. Lalu apa yang terjadi bila catalytic converter sudah tidak berfungsi sesuai ketentuan yang diharapkan? Jawabannya adalah gas buang yang dihasilkan tidak bisa memenuhi standar Euro 4 lagi namun mesin dapat berfungsi seperti biasa.

Salah satu ciri mesin berstandar Euro 4 adalah adanya sensor gas buang di exhaust-nya dimana sensor ini akan memberikan input ke ECU bila dirasa gas berbahaya yang dihasilkan jumlahnya meningkat lebih tinggi dari laju penyerapan oleh catalytic converter. ECU akan mengurangi pasokan bahan bakar untuk memberi kesempatan catalytic converter bekerja pada kondisi yang diharapkan, sehingga bila bahan bakar yang digunakan belum memenuhi standar Euro 4, pengendara akan merasakan penurunan perfoma (tarikan lemot) dibanding dengan kondisi yang sama pada mesin Euro 2.

Kalangan penggemar mobil di Indonesia sering melakukan perawatan mesin (tune-up) dengan cara yang disebut carbon cleaning, baik dengan menggunakan cairan pelarut yang dituang ke dalam ruang bakar, maupun dengan semprotan melalui intake (sering disebut italian tune-up). Proses ini akan merontokkan kandungan carbon (jelaga sisa pembakaran) yang ada dan akhirnya terbuang melalui exhaust. Sisa karbon yang melewati komponen Catalytic Converter akan diperlakukan sama dengan pembakaran normal, artinya karbon tsb diserap oleh catalytic converter dan memperpendek lifetime bahkan bisa menyumbat karena ukuran residu yang relatif lebih besar dari gas buang normal. Jadi apabila dirasa perlu melakukan carbon cleaning, pemilik xpander bermesin Euro 4 wajib lebih berhati-hati dalam proses-nya dimana tabung catalytic converter sebaiknya dilepas terlebih dahulu.

Sebenarnya penerapan standar Euro 4 ini tidak hanya dilakukan oleh Mitsubishi sendiri, peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru diberlakukan secara nasional mulai September 2018 kepada berbagai pihak mulai dari pabrikan mobil, pemasok suku cadang dan pelumas hingga pemasok bahan bakar, jadi untuk penerima xp yang sudah berstandar Euro 4 tidak perlu kuatir, pemasok bahan bakar mulai dari Pertamina, Shell, Total dan lainnya pun akan menyediakan bahan bakar berstandar Euro 4

(Dirangkum dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *